Mon 19th Jan, 2009, Outside World, Music

Dua Puluh Tujuh Tahun yang Lalu

Waktu saya masih SMP, selera musik saya selera anak gaul. Apa yang ada di MTV, saya embat. Waktu itu saya paling suka Backstreet Boys, dan ngefans sama Nick Carter. Ya, selain namanya mirip, tampangnya juga ga jauh beda. Ternyata eh ternyata, waktu SMU trend-nya berubah; saya malah cenderung lebih suka ndengerin lagu jadul atau ga umum, misalnya hair rock dan soundtrack anime.

Omong-omong soal lagu anime jadul, saya ngefans banget sama lagu ini. Runner, dinyanyikan oleh Fujiwara Makoto untuk anime The Super Dimension Fortress Macross, disiarkan di TV di Jepang tahun 1982-1983, dan pernah disiarkan di Indosiar tahun 90-an, kalo ga salah. Rasanya gimanaaaaa gitu, ndengerin lagu anime jadul yang mendayu-dayu kaya gini. Serasa nostalgia kembali ke masa kanak-kanak. Serasa masuk ke alam utopia selama 4 menit. Membayangkan diri ada di tepi sebuah tebing pada suatu hari yang cerah, bermain gitar, menyanyikan lagu ini. Hal yang tidak mungkin saya lakukan, karena takut ketinggian. Ah, apalagi sang penyanyi sudah meninggal tahun 2002, dalam usia yang tidak terlalu tua untuk ukuran orang Jepang, 55 tahun. Waktu itu, 27 tahun yang lalu, beliau masih berusia 35 tahun, masih dalam masa kejayaannya sebagai penyanyi. Eh, sekarang kok sudah 7 tahun meninggal. Waktu memang cepat berlalu. Rasanya semakin murung… :|

(Ga punya gitar, jadi cuma bisa air-guitar ngikutin lagu ini sambil umik-umik :( )

Ada juga yang versi Mari Iijima, seiyuu-nya Lynn Minmay, tapi pendek.

Dibandingkan lagu anime zaman sekarang (karena ga banyak tahu juga :mrgreen: –> rasanya seperti orang mengaku ateis hanya karena malas melakukan eksplorasi spiritual :P ), saya lebih suka lagu anime jadul, dalam artian anime abad 20. White Reflection, Pegasus Fantasy, Zankoku na Tenshi no Teeze, Kimi ni Fureru Dake De, Tottemo Uma Nami, Kimi ga Suki da to Sakebitai, Mienai Chikara, Sunao de Itai, Dan Dan Kokoro Hikareteku, Ano Hi Ni, dll.

…standar ya? Biar deh…

Anyway, enjoy! ;)

Lyric is taken from here: [link]
——————————————————————————
Fujiwara Makoto - Runner

Boku wa moo oikake wa shinai
Kimi no hashiru kage no ato
Hito wa dare mo hashiritsuzukeru
Goru wa mada mienai
Kyoo no tsugi ni nani ga aru
Asu no saki ni nani ga aru
Haruka kanata no hikari ni mukete
Boku wa ima mo hashiritsuzukeru

Boku wa moo mayoi wa shinai
Jibun no michi o ayumu dake
Hito wa dare mo hashiritsuzukeru
Goal wa tooi keredo
Kyoo o sugisaru hibi no naka
Asu to iu hi ga kureba ii
Haruka kanata no hikari ni mukete
Boku wa ima mo hashiritsuzukeru

Boku wa moo tomari wa shinai
Itsuka deau toki mo aru
Hito wa dare mo hashiritsuzukeru
Goal wa mienai kedo
Asu to iu na no kiboo no hi
Mirai to iu na no kagayaki ga
Haruka kanata no hikari ni mukete
Boku wa ima mo hashiritsuzukeru

Fri 9th Jan, 2009, My Experience, Music

Pre-Hiatus Note: Strawberry Fields Forever

This song really gives me chill whenever I listen to it. I feel like crouching at the room corner, leaning on the wall, bending down my head and crying. I don’t know why. The lyric itself is quite nostalgic, but the aura of the song is like an…emotion-manipulating horror. Fortunately, the next song in Magical Mystery Tour is Penny Lane, a rather happy and truly nostalgic song. Psychedelic rock rules.


Now I am going hiatus due to duty calls. Relax, I will still leave comments here, there, and everywhere, although in lesser frequency. See ya! :D

Oh, don’t forget to check my previous post out.

Thu 1st Jan, 2009, Inside My Brain, Music, Love

Amoeba Love

*nyanyikan dengan nada The Continuing Story of Bungalow Bill-nya The Beatles*

A…ku cinta kau…
Kau cintaku…
Walau sama…

Ka….u cintaiku…
Ku cintaimu…
Walau sama…

Mungkin hanya kami yang boleh mencintai
Makhluk yang sejenis lewat mitosis
La bagaimana lagi adanya ini………

Ulangi lagi

*ulang sampai bosan*
———————-
Wagu -___-
*joke song*
(don’t take it seriously lah…can can?)
*pesenan Teh Mina*

Sun 28th Dec, 2008, Inside My Brain, Music, Spiritual, Love, Politics

We Are One

Me religion adherent
You pure atheist
We criticise each other
but we are in love

Before we start cursing
let’s just finish this fight
on this blue battlefield
under a prehistoric ritual

What our child should be
is not important
let her choose
not our right to decide

We are one
we are one
we are one
in the name of Progressivism
—————————————————
huhuhuhu ;;) :mrgreen:

Sun 7th Dec, 2008, Music

21122012

Dear beloved people
would you please hear me for a while?

Haven’t you heard enough
about our ancestors?
You don’t want to let
what happened to them
occur again

They ruined Cydonia!
what was fertile soil
is now red arid field of rock!
And after we moved here
You want to destroy it again?

Please, prevent the Armageddon
The sign becomes clearer
Please, prevent the final war
The time has come closer

[instrumental session]

And somebody out there
is waiting
is summoning
The Zetas

Through their supernatural agents
they spread to ancient people
the good and evil
Through the unseen wave
the revolutionary thought
was sent away
But their big plot
is to provoke us
then destroy us slowly
for their love of ultimate power

In the middle of the upcoming war
They will come as Messiah
propaganda through the horns on their battleships
but they will rule us
with an iron fist
for eternity

Omniscience, omnipotent
controlling the contradiction
Their might is beyond God’s himself
Once they’re here
Nothing can be done to escape

So please prevent the Armageddon
The sign becomes clearer
Please prevent the final war
The time has come closer

Third gold in the last moon from the sun
We’ll start to live
under absolute slavery
Pay attention to the sign
Pay attention
Be ready
This prophetic message
is going to happen
Unless you stop
Unless you stop
Unless you stop
Unless you stop

[celestial noise outro]

—————————————-

*kebanyakan ndengerin Exo-Politics dan Knights of Cydonia-nya Muse*
*tapi kayanya alurnya ga bagus, dan kontradiktif di beberapa bagian*

UPDATE: *OOT*
Barusan cari-cari di Youtube, ada beberapa orang yang mainin Knights of Cydonia pake piano/organ/keyboard. Silakan cek di sini:
Di sini.
Di sini.
Di sini.
Di sini.
Ternyata bisa membuat bulu kuduk berdiri juga :D

Sat 29th Nov, 2008, Outside World, My Experience, Music

Zimau Akmiwahas

Ten Seven years ago
You were The Lady
And I was just a kid
normally not allowed to see you
I secretly admired your beauty

Now you’re gone
Moving far, far away from the throne
and become common people
But I’m sure, your charm remains…

But we are still apart…

When I see your photograph
I remember the glorious days
When you were on top
with a smile on your face :D

Tue 25th Nov, 2008, My Experience, Music

I Went Down to Crossroad, Fell Down in My Knees…

Siapa bilang setan itu menakutkan? Mukanya ramah gini kok :mrgreen:

Joe Morton as Devil

Tadi malem barusan nonton Crossroads di Youtube. Bukan, bukan Crossroads-nya Tante Britney Spears, tapi Crossroads-nya Ralph Maccio, aka Karate Kid. Pernah dengar film ini? Ada 2 tontonan wajib guitar freak Indonesia: video tutorial nggitarnya Marty Friedman versi Bahasa Jawa, sama duel gitar antara Steve Vai dan Ralph Maccio. Yang terakhir ini juga berlaku untuk guitar freak internasional. Hehe :P . Nah, duel gitar ini adalah salah satu adegan dari film Crossroads yang dibuat tahun 1986 ini.

Cerita film ini semi-faktual, berdasarkan legenda pionir Blues, Robert Johnson, yang menjual dirinya ke setan untuk mendapatkan skill bermain gitar di sebuah perempatan jalan, hence the title of the movie. Ga, jangan membayangkan perempatan di kota, karena Eyang Robert ga bakal bikin kontrak, mati duluan terlindas stom *jayus*. Salah satu rumor mengatakan bahwa perempatan ini terletak di sebuah daerah (yang dulunya, sekarang ga tau) pedesaan di Mississipi, di persimpangan antara Highway 1 dan 8, kurang lebih di sini. Rumor lain mengatakan persimpangan itu ada di antara Highway 61 dan 49, tapi maaf ga berhasil dapet petanya.

(Johnson meninggal tahun 1938. Sila lihat foto salah satu batu nisannya di sini. Batu nisannya ada 3.)

Nah, pusat dari film ini…ya itu, si Karate Kid Ralph Maccio, yang memerankan Eugene Martone, pelajar gitar klasik yang lebih suka bermain Blues, yang ingin mencari lagu Robert Johnson yang hilang/tidak pernah dirilis. Untuk mencarinya, dia dibantu Willie Brown, legenda blues juga, temannya Johnson, yang diperankan Joe Seneca (orangnya sudah meninggal tahun 1996). Karakter Willie Brown ini berdasarkan orang yang benar-benar ada, dan benar-benar temannya Robert Johnson, tapi Brown yang di film berbeda. Brown yang asli meninggal tahun 1952. Silakan lihat kuburannya di sini.

Singkat cerita, mereka bertemu dengan setan (fotonya di atas) yang menawarkan kemampuan bermain gitar kepada Johnson di Mississipi. Ternyata si Brown juga terikat kontrak dengannya, dan perjalanan dari New York ke New Jersey Mississipi ternyata "hanya" untuk memutuskan kontrak dengan setan. Lagu yang hilang? Bah, ga ada itu! Semua akal-akalan Brown, biar Eugene mau ikut! Namun demikian setelah beberapa patah kata mutiara, Eugene ingin membantu Brown lepas dari cengkeraman setan. Caranya? Duel gitar. Dengan beliau di bawah ini.

Steve Vai

Steve Vai.

Singkat cerita, Eugene menang (come on, this is just an ordinary Hollywood film! What do you expect?). Nah, kalo ga salah analisis, dia menang karena bisa memainkan lagu klasik dengan gitar Telecasternya itu (PINGIIIINNNNN!!!!), berkat pelajaran musik klasik, dan Steve Vai tidak bisa mengalahkannya. Jreng. Selesai. Happy ending.

Dilihat dari segi alur, alur ceritanya linear, tidak seperti The Prestige yang aduhai itu.
Dilihat dari segi artisnya…well..siapa sih ga kenal Karate Kid? :P
Selain itu, saya bisa melihat masih adanya sentimen rasial di Mississipi pada zaman itu (1980an), dilihat dari 1) adanya klub kulit putih dan klub kulit hitam, serta 2) pandangan ga enak orang-orang di klub kulit hitam kepada Eugene. Tentu saja ini kalau filmnya menggambarkan situasi beneran. Tapi kayanya beneran, walaupun mungkin waktu 1980an dah ga ada. Gara-gara KKK? :?
Di luar yang disebut di atas, mbuh lah, saya bukan ahli pelem film :mrgreen:

BTW, saya sendiri sebenarnya bukan penggemar Blues. Lagu blues yang saya suka secara spesifik cuma 2: Yer Blues-nya The Beatles, yang juga pernah dimainkan The Dirty Mac, yang terdiri atas John Lennon (The Beatles) (meninggal tahun 1980), Eric Clapton (Cream), Keith Richards (The Rolling Stones), dan Mitch Mitchell (Jimi Hendrix Experience) (astaga, orang ini barusan meninggal 12 November 2008, 2 minggu yang lalu!! :( ); sama satu lagi Roadhouse Blues-nya The Doors.
Saya lebih suka Rock n Roll!! :D (YOU GOTTA WATCH THIS!)

BTW2, kalau Anda pernah melihat video duel gitar ini, Anda pasti merasakan perbedaan sound gitar mentah Ralph Maccio, yang terkesan jadul (la tahun 1950/1960an efek gitar adanya apa sih? :P ) dengan sound gitar Steve Vai, yang kental unsur glam rock 80annya. Nah, saya lebih suka yang pertama :)
Pokoke Rock n Roll maknyus lah!
Dan itu salah satu alasan saya ngidam Telecaster! :D

Pictures are taken from Youtube (Joe Morton), and Photobucket (Steve Vai).

UPDATE : Saya lupa menuliskan bahwa ada adegan ketika Eugene menapak tilas (EYD?) Robert Johnson dengan bermain gitar di bawah pohon di perempatan itu. Upacara memanggil setan. Ga perlu bunuh-bunuhan, Black Mass segala. Cukup bermain gitar blues :P

Tue 11th Nov, 2008, Inside My Brain, My Experience, Music, Love

If Only…

Latar belakang: saya memasang status lagunya John Lennon, Oh My Love. "Oh my love for the first time in my life…".

—————————-

Dia : wow…your love?
Dia : :)
Dia : :">

Saya : hehe
Saya : itu lagunya John Lennon :D
Saya : yaaa silakan diinterpretasi deh ^^

Dia : hmmm….lagi kangen yah?

Saya : hehehe…kayanya sih ^^

Dia : ;) )
Dia : kangen sapa nih?

Saya : itu
Saya : orang yang ga berhasil aku dapetin :D

Dia : orangnya kaya apa?
Dia : ;;)

Saya : ada aja :P

Dia : main rahasia2an nih ye :P
Dia : omong2 nih…

Saya : ya?

Dia : aku sekarang single loh…

Saya : OMGWTFLOLBRBWHOOOAHFYIYAYYAYIMOIDKORLY???!(^#)%&_!:(;($&( 8O

—————————-

…kalau kejadiannya kaya gini, saya harus ngapain coba? :(

Sun 9th Nov, 2008, Outside World, Music

Mudvayne vs Slipknot…?

No, I’m not going to compare…

…and…

I just watched a video of Mudvayne live concert in Youtube…well, it doesn’t seem to be their solo concert. People started to shout "Slipknot! Slipknot!", but they ended up enjoying Mudvayne’s performance, jumping all around, headbanging…I wonder why many of them shouted Slipknot’s name :-?

Take a look.


I like Mudvayne much much better though.

Note: images are taken from www.theaxeattack.com and…photobucket…respectively.

UPDATE : I showed this post to my friend who doesn’t like metal, and this is his response:

He: aseng
He: isine misuh2
He: fuc*
He: shi*
He: edian
He: wong edian
He: kil kil kil
He: die die die
He: afeng


:lol:

Wed 5th Nov, 2008, Outside World, Music, Love

Contradiction of A Loving Memory

OK, too soon for a new post, but recently I was listening to Sore’s song, Karolina, while, instead of admiring a girl like the last time, reading a blog of a man who has lost his wife due to cancer. Yes, she passed away, and she was only 31. What makes the contradiction feeling is that he had their wedding photo, in artistic manner, put in the beginning of his post. I can barely feel how he remembered their loving memories (by showing the foto) while losing his wife. My condolesence to him.

PS: She loved The Beatles too!