Sun 24th Aug, 2008, Inside My Brain, My Experience, Age

Their, Our Limited Ages

This day I had a long chat with my mother. Actually I wanted to do my assignment (despite the procrastination emoticon), and almost said that I was busy just to halt the chat. But suddenly this thought came into my mind.

As merely human being, we all have limited ages (well our technology hasn’t been able to make us live eternally, but if even so, I don’t want to…sorry OOT). That means we only have limited time to physically meet our parents.

And then I thought about my friend here, whose mother has passed away years ago when he was still a kid. Certainly he won’t have the experience like me, chatting with his mother.

And then I thought that my parents had already done many things for me, even supporting me before and after I am in new place. So why not gave a little time for them? Maybe she was worried about me? Maybe she wanted to know many things about this place?

(I remember that there is a book author wrote in his book that he thanked his parents just for the same reason as how he was thankful to Adam and Eve. I forget who. Does that mean he only thanks his parents for giving birth for him? If so, of course I disagree with him. Our parents have supported us in many other ways…although some parents don’t)

I don’t want to lose this chance in vain, so I just continued the chat until it was enough for her.

(Homesick already? Bah…)
(BTW it’s raining outside)
(Short post, get back to work…)

Mon 26th May, 2008, Inside My Brain

Wanita yang Sempurna

Kan s’lalu kuingat malam itu.
Malam ketika kutemukan wanita pujaanku.

Kaulah wanita yang sempurna. [1]
Wanita segala bangsa tunduk padamu
dan pria penjuru dunia memujamu.
Tapi akulah pilihanmu
Tapi engkaulah pilihanku

Ingin kubuka tengkorakku
dan kusibak otakku
Adakah dirimu di situ?
Darah ini persembahanku!

Bibirmu tujuan bibirku [2]
Vaginamu arah spermaku
Oh wanita idamanku
Izinkan aku mengecap nikmatnya tubuhmu
Dan tertidur dalam pelukanmu

<Jeda instrumental>

Tetesan embun mengantar malam pulang
dan tiada dirimu di sisiku
Putih inikah jejak eksistensimu? [3]

Kau hanya imajinasi liarku
Terima kasih atas malam yang lalu
Jangan kembali lagi…..[4]

———————————–

Lagi pingin bikin lirik bahasa Indonesia.
Gara-gara keseringan dengerin lagunya Sore.

Inilah hasil olahan imajinasi + inspirasi semalam.
Daripada mikirin ah uh ah uh sama Aya Koizumi dan ************* (jumlah * tidak menandakan jumlah karakter) terus hilang tak berbekas, mendingan aku bikin lirik sekalian.
Makanya cepetan cari cewek!!!
Belajar mlulu…

Peringatan : KHUSUS DEWASA!!! (5000 tahun ke atas emoticon)

[1] Karena yang sempurna hanya ada dalam khayalan emoticon
[2] Masih dengan tengkorak yang terbuka dan otak yang amburadul!
[3] Apakah yang dimaksud dengan "putih ini"?
[4] Gantian yang lain emoticon

NB : Judulnya kok kaya lagunya Kangen Band ya? (moga2 dengan ini comment meningkat…Amin!)

Tue 29th Apr, 2008, Outside World, Inside My Brain

A Day in My Life ~ A World of Irony

(Adapted from The Beatles - A Day in The Life)

I read the news today oh boy
About a lucky boy who made his way
And he would be the master soon
No, he won’t get it here that quick
And I can only make a smile

Many people hate him for that
They said he didn’t get the joy of youth
He can’t feel what they feel for sure
They can’t feel what he feels
Many weren’t sure that this child ever played in the park

I saw the news today oh boy
The youngest philosopher girl has born
A crowd of people were amazed
Old record of the world
is being broken
I’d like to be like you….

Woke up, got up of bed
Dragged a comb across my head
Found my way downstairs and drank a cup
And wondered if I could be one of them

Found my coat and grabbed my helmet
take the key and motorbike
looked up to the sky wishing good wishes
sped up and then lost in the crowd

I read the news today oh boy
Some teachers are caught by the 88
For giving answers of the test
Their pencils didn’t move
They blame the minister for making the national standard

What can I do……

Sat 26th Apr, 2008, Inside My Brain

陰陽座 (Onmyouza) と 少年ナイフ (Shonen Knife)

Kebanyakan anak muda Indonesia yang seneng sama J-rock (bukan band Indonesia itu, tapi aliran lagu Japanese rock) biasanya menyebutkan l’arc~en~ciel, X Japan, atau Do As Infinity sebagai band favoritnya. Setidaknya ini yang terjadi di sekitarku, sampai2 istilah J-rock biasanya dikaitkan dengan l’arc~en~ciel. Gimana dengan aku? Lagu mereka asik sih, tapi buat aku ada yang lebih asoy geboy (kok jadi 80an? :p). Mereka adalah Onmyouza dan Shonen Knife. Pasti pada ga kenal :D

Onmyouza

Mulai dari Onmyouza. Buat aku, merekalah yang bener-bener bisa disebut JAPANESE rock…eh… metal. Kenapa? Lihat aja dari baju panggung mereka, pake kimono. Buat yang ngerti bahasa Jepang, simak aja liriknya yang terinspirasi dari legenda dan sejarah Jepang, misalnya dari novel Kouga Ninpouchou dan legenda Minamoto no Yoshitsune (aku ga ngerti sih, cuma baca di websitenya :D ). Di banyak lagu mereka juga memakai tangga nada khas musik Jepang. Ahh…aku mengimpikan adanya band rock Indonesia yang seperti mereka, terinspirasi dengan budaya daerah. Kayanya selama ini baru band-band jazz deh yang memasukkan unsur etnik ke dalam musiknya.

Shonen Knife

Kemudian, Shonen Knife. Tante2 ini cukup terkenal di kalangan musisi rock alternatif, bahkan menjadi salah satu band favorit Kurt Cobain. Musik mereka simpel dan temanya juga ga penting : Banana Chips, Cookie Days, Hot Chocolate..yeah, so what :p

Bagaimana dengan kamu? Kalo gua sih asik2 aja…..Hajar!!!

Thu 24th Apr, 2008, Inside My Brain

Perlu Tobatkah?

Sudahlah…yang menentukan seseorang berdosa atau tidak itu Tuhan sendiri, bukan orang lain. Ga peduli apapun agamanya, bahkan kalau dia tidak beragama sekalipun. Buat apa bertobat kalau hanya karena menganut aliran yang berbeda? Bukankah seseorang harusnya dinilai dari perbuatannya? (Kaya ginikah yang disebut pertanyaan retoris?)

Ya jelas…kalau ga bisa dibantai para radikalis ekstremis :p

Mmmm…..tahu yang aku maksud kan?

Sat 1st Mar, 2008, Inside My Brain

Pelabuhan Mutiara

Entah kenapa aku pingin menulis ulang lagunya Letto yang Sebelum Cahaya, dengan nada yang sama, tapi lirik ala aku. Bagian reffnya aja.

——————————-

Lambrtz - Pelabuhan Mutiara 

Ingatkah engkau kepada…
Embun pagi yang membara
Dan menemanimu
Saat serangan fajar

Ingatkah engkau kepada…
Angin yang berhembus kencang
Dan membawamu ke…
Neraka

Wed 12th Dec, 2007, Inside My Brain

Love Can Wait

The moment of truth has passed
It’s to speak the words
Supposed to be said to you
Six years ago

It was not too late
It had just been a reluctance matter
And I knew that you
had laid your heart somewhere

But this is what I feel about it

Love can wait
for the new world order to come
Love can wait
for this mission to be done

Yes it hurt
To say the truth very late
But would you be ready for the doom
if I turned my vision away?

So I say farewell
This is the saddened path I take
But if you chose to be with me
You’d be simply abandoned

And this is what I think about it

Love can wait
for the new world order to come
Love can wait
for this mission to be done

Love can wait
for the new world order to come
Love can wait
for this mission to be done

It’s better
Yes it’s better
No no it’s better
But it’s better!

Thu 25th Oct, 2007, Outside World, Inside My Brain

Those Extremist

Wew, my article since August.

If you find someone that has the following characteristics, you can consider him/her as extremist.

  1. Character assassination
  2. Name calling and labeling
  3. Irresponsible sweeping generalizations
  4. Inadequate proof for assertions
  5. Advocacy of double standards
  6. View of opponents and critics as essentially evil
  7. Manichean (bipolar) world view
  8. Advocate some degree of censorship and repression of their opponents and critics
  9. Identify themselves in terms of who their enemies are
  10. Tendency toward arguments by intimidation
  11. Widely use slogans, buzzwords and thought-terminating clichés
  12. Claim some kind of moral or other superiority over others
  13. Doomsday thinking
  14. Tendency to believe that it is justified to do bad things in the service of a supposedly "good" cause
  15. Emphasis on emotional response, as opposed to reasoning and logical analysis
  16. Hypersensitivity and vigilance
  17. May claim some kind of supernatural, mystical or divinely-inspired rationale for their beliefs and actions
  18. Inability to tolerate ambiguity and uncertainty
  19. Groupthink
  20. Personalization of hostility
  21. Assumption that the system is defective if they don’t win

So then what to do?
If you consider yourself a moderate, well, stay away from them.
If you are one of them, well, fuck you emoticon

Full article is here.

Mon 30th Jul, 2007, Inside My Brain, My Experience

About A Prayer

Postingan ini bersifat umum, tidak spesifik ke agama tertentu. Bahkan jika anda atheis, new age, pemuja alam, dsb (apapun istilahnya). Satanis? Sekte sesat?…hmmmm, entah kalau yang ini…

Dapat ini dari khotbah romo di gereja. Diceritakan ada seorang anak yang sedang bermain-main di hutan. Tiba2 ada seekor harimau mendekat. Si anak ketakutan dan berlari, tapi bagaimanapun juga, si harimau lebih cepat. Tersudut, anak itu ketakutan dan berdoa "Ya Tuhan, moga2 harimau ini tidak memakanku.". Eh, ternyata si harimau itu melambat, duduk, dan berdoa. Si anak keheranan dan tertegun. Setelah harimau selesai berdoa, si anak bertanya, "Mas harimau, ternyata kamu harimau yang baik ya, suka berdoa. Barusan doa apa mas?" "Doa sebelum makan." kata harimau. Lalu /*sensor, penuh kekejaman*/.

Romo edan :) )! Maksud cerita ini begini : pernahkah Anda berpikir, apakah doa Anda (selain doa standar, rutin, hapalan, misalnya ketika meminta sesuatu) akan bertentangan dengan doa orang lain? Contohnya :

  • Ada seorang anak berdoa berharap dia menjadi rangking 1 di kelasnya. Padahal, ada beberapa anak berdoa, berharap hal yang sama. Pasti ada yang gagal. Juga, dengan kata lain, anak tsb secara tidak sadar berharap anak lain TIDAK menjadi rangking 1, dan berarti menjegal langkah temannya sendiri. Tidakkah Tuhan bingung?
  • Final Piala Asia 2007, Arab Saudi vs Iraq (hore Iraq menang!). Rakyat kedua negara sama2 berdoa berharap timnas negaranya menang, berarti secara tidak sadar mereka berharap timnas negara lawannya kalah. Tidakkah Tuhan bingung? Apa njuk Tuhan ngasih seri? Ga mungkin seri terus.

Jadi, kata romo, berpikirlah lagi, apa yang mau Anda doakan. Jangan cuma memikirkan diri Anda sendiri, tapi jugakepentingan orang banyak. Kalau menurutku, lebih baik bukan berdoa "Tuhan semoga aku menempati rangking tertinggi" atau "Tuhan semoga timnas negaraku menang" tapi "Tuhan aku mohon berkat bagiku dan teman2ku supaya kami bisa mengerjakan ujian dengan lancar" atau "Tuhan berkatilah pemain timnas negaraku dan lawannya agar mereka bisa bermain dengan sportif dengan sekuat tenaga mereka" atau kurang lebih gitulah. Gitu…

Cuma nerusin apa kata romo, jadi give your applause to him :) . Monggo masukan…

Tue 15th May, 2007, Inside My Brain

another story at this morning

harusnya ditulis jumat, 11 mei 2007, tapi baru dipost sekarang, maklum, sibuk :D .

pagi ini, teman sekaligus adik kelasku, D dan R (mereka adalah orang yang aku ceritakan di sini) datang ke rumahku. singkat cerita, setelah berbasa-basi dengan mereka, aku masuk ke kamar tidur sebentar. dari situ, aku mengamati bagaimana R dan D sebagai sepasang kawula muda yang sedang dimabuk cinta (walah walah…) bercengkerama. jujur aja, aku iri, karena emang aku suka dengan R (si cewek).

tiba tiba, D (si cowok) masuk ke kamarku. dengan tampang culun dan pura-pura dalam perahu, kura-kura tidak tahu, aku memandang kerutan di wajahnya yang seakan-akan menunjukkan kalau dia ingin bicara tegas denganku. akhirnya dia bilang kalau sebenernya dia tahu bahwa aku suka sama R. shock….mak jleb…..dia pun menyuruhku langsung bertemu dengan R, ngomong terus terang dengannya (ooh, jadi itu maksud sebenernya dia datang ke rumahku? kurang ajar, memojokkan orang di rumahnya sendiri!!!). tapi, belum sempat aku omong, R sudah mendului aku dan berkata, "kalau kamu suka cewek, ngomong dong, jadi ceweknya juga tahu kalau kamu suka dia". kok dia tahu kalau itu penyakitku dari dulu? terus aku jawab dengan pembelaan yang juga menjadi alasan kenapa aku ga nembak the 2nd. aku harus fokus ke studiku. waktu R jadi mahasiswa baru di kampusku, aku lagi sibuk dengan laporan KPku. sekarang aku fokus dengan skripsiku, dan lulus adalah target terdekatku. aku takut pacaran justru menghancurkan studi + karirku. hatiku dag dig dug ga karuan, rasanya seperti lagi dihakimi. dia pun menutup pembicaraannya dengan berkata, bahwa ga baik menyimpan perasaan terhadap cewek yang aku sukai. akibatnya aku sendiri yang rugi, buktinya dia dah kadung jatuh cintrong dengan D. dan….

dan seperti biasa, ketika suatu kasus selesai, aku pun bangun dan menyadari kalau itu lagi-lagi cuma mimpi