Not Worthy…Not Worthy…
Akhir-akhir ini membaca blognya Bang Arif Kurniawan…dari postingan di blog lama sampe yang baru (walaupun agak fast-reading). Terharu…membaca blog orang yang sudah banyak sekali pengalamannya (Cilincing-Bali-Eropa…ada lagi?), merasakan pahit dan pahitnya (maaf, buat aku kebanyakan isi postingannya, terutama yang berkaitan dengan pengalaman pribadi, "gelap" dan cenderung seperti renungan) hidup, menjadi sasaran curhat teman-temannya yang merasakan kesulitan hidup, dari ingin menggaet pacar sampai ditinggal selingkuh sampai ingin bunuh diri, menjadi saksi sejarah, menghadapi intoleransi, bergaul dengan kalangan marjinal…
Dan aku pun bergumam…
Not worthy…not worthy…
Siapakah aku dibandingkan beliau?
Aku,
yang cuma ndekem di kamar,
bolak-balik kamar-kampus-kamar-kampus cuma untuk menghadapi komputer yang berbeda,
dunia yang sempit…
Aku,
yang seringkali justru memarginalkan mereka yang sudah termarginalkan…
Aku,
ah…
kalau kamu sering bergaul denganku, pasti sering dengar aku "kemrosak" alias membanggakan diri sendiri…
Dalam taraf bersyukur atas pencapaian, itu bagus…
Tapi kalau sudah kebablasan dan berkesan merendahkan lawan bicara, atau mengobral prestasi/kemampuan yang seharusnya ga perlu dibahas (dan ini yang sering aku lakukan), malah jadi buruk…
Aku,
ingatlah,
selalu ada dimensi yang lebih tinggi…
Ehm…
Walaupun demikian ada juga pengalaman unik yang bisa membuat orang mellow seperti aku yang sukanya bernostalgia tersenyum…(halah)
Dan ada juga yang aneh bin sureal kaya gini, yang bikin aku kemarin ketawa sendirian di lab 
Sekian.
Disclaimer : postingan ini dibuat dalam rangka caper renungan.
PS: Salam kenal buat Bang Arif…
Jangan pensiun ya Bang…
Dan lagu Indonesia paling romantis, buat saya SAS Group - Kasihku, Jika Nanti Kau Panggil Namaku 
(Ada juga sih yang lain, kaya Franky Sahilatua - Lelaki dan Rembulan, tapi kok kaya patah hati…)











































)
)
