Siapa bilang setan itu menakutkan? Mukanya ramah gini kok

Tadi malem barusan nonton Crossroads di Youtube. Bukan, bukan Crossroads-nya Tante Britney Spears, tapi Crossroads-nya Ralph Maccio, aka Karate Kid. Pernah dengar film ini? Ada 2 tontonan wajib guitar freak Indonesia: video tutorial nggitarnya Marty Friedman versi Bahasa Jawa, sama duel gitar antara Steve Vai dan Ralph Maccio. Yang terakhir ini juga berlaku untuk guitar freak internasional. Hehe
. Nah, duel gitar ini adalah salah satu adegan dari film Crossroads yang dibuat tahun 1986 ini.
Cerita film ini semi-faktual, berdasarkan legenda pionir Blues, Robert Johnson, yang menjual dirinya ke setan untuk mendapatkan skill bermain gitar di sebuah perempatan jalan, hence the title of the movie. Ga, jangan membayangkan perempatan di kota, karena Eyang Robert ga bakal bikin kontrak, mati duluan terlindas stom *jayus*. Salah satu rumor mengatakan bahwa perempatan ini terletak di sebuah daerah (yang dulunya, sekarang ga tau) pedesaan di Mississipi, di persimpangan antara Highway 1 dan 8, kurang lebih di sini. Rumor lain mengatakan persimpangan itu ada di antara Highway 61 dan 49, tapi maaf ga berhasil dapet petanya.
(Johnson meninggal tahun 1938. Sila lihat foto salah satu batu nisannya di sini. Batu nisannya ada 3.)
Nah, pusat dari film ini…ya itu, si Karate Kid Ralph Maccio, yang memerankan Eugene Martone, pelajar gitar klasik yang lebih suka bermain Blues, yang ingin mencari lagu Robert Johnson yang hilang/tidak pernah dirilis. Untuk mencarinya, dia dibantu Willie Brown, legenda blues juga, temannya Johnson, yang diperankan Joe Seneca (orangnya sudah meninggal tahun 1996). Karakter Willie Brown ini berdasarkan orang yang benar-benar ada, dan benar-benar temannya Robert Johnson, tapi Brown yang di film berbeda. Brown yang asli meninggal tahun 1952. Silakan lihat kuburannya di sini.
Singkat cerita, mereka bertemu dengan setan (fotonya di atas) yang menawarkan kemampuan bermain gitar kepada Johnson di Mississipi. Ternyata si Brown juga terikat kontrak dengannya, dan perjalanan dari New York ke New Jersey Mississipi ternyata "hanya" untuk memutuskan kontrak dengan setan. Lagu yang hilang? Bah, ga ada itu! Semua akal-akalan Brown, biar Eugene mau ikut! Namun demikian setelah beberapa patah kata mutiara, Eugene ingin membantu Brown lepas dari cengkeraman setan. Caranya? Duel gitar. Dengan beliau di bawah ini.

Steve Vai.
Singkat cerita, Eugene menang (come on, this is just an ordinary Hollywood film! What do you expect?). Nah, kalo ga salah analisis, dia menang karena bisa memainkan lagu klasik dengan gitar Telecasternya itu (PINGIIIINNNNN!!!!), berkat pelajaran musik klasik, dan Steve Vai tidak bisa mengalahkannya. Jreng. Selesai. Happy ending.
Dilihat dari segi alur, alur ceritanya linear, tidak seperti The Prestige yang aduhai itu.
Dilihat dari segi artisnya…well..siapa sih ga kenal Karate Kid?
Selain itu, saya bisa melihat masih adanya sentimen rasial di Mississipi pada zaman itu (1980an), dilihat dari 1) adanya klub kulit putih dan klub kulit hitam, serta 2) pandangan ga enak orang-orang di klub kulit hitam kepada Eugene. Tentu saja ini kalau filmnya menggambarkan situasi beneran. Tapi kayanya beneran, walaupun mungkin waktu 1980an dah ga ada. Gara-gara KKK?
Di luar yang disebut di atas, mbuh lah, saya bukan ahli pelem film
BTW, saya sendiri sebenarnya bukan penggemar Blues. Lagu blues yang saya suka secara spesifik cuma 2: Yer Blues-nya The Beatles, yang juga pernah dimainkan The Dirty Mac, yang terdiri atas John Lennon (The Beatles) (meninggal tahun 1980), Eric Clapton (Cream), Keith Richards (The Rolling Stones), dan Mitch Mitchell (Jimi Hendrix Experience) (astaga, orang ini barusan meninggal 12 November 2008, 2 minggu yang lalu!!
); sama satu lagi Roadhouse Blues-nya The Doors.
Saya lebih suka Rock n Roll!!
(YOU GOTTA WATCH THIS!)
BTW2, kalau Anda pernah melihat video duel gitar ini, Anda pasti merasakan perbedaan sound gitar mentah Ralph Maccio, yang terkesan jadul (la tahun 1950/1960an efek gitar adanya apa sih?
) dengan sound gitar Steve Vai, yang kental unsur glam rock 80annya. Nah, saya lebih suka yang pertama
Pokoke Rock n Roll maknyus lah!
Dan itu salah satu alasan saya ngidam Telecaster!
Pictures are taken from Youtube (Joe Morton), and Photobucket (Steve Vai).
UPDATE : Saya lupa menuliskan bahwa ada adegan ketika Eugene menapak tilas (EYD?) Robert Johnson dengan bermain gitar di bawah pohon di perempatan itu. Upacara memanggil setan. Ga perlu bunuh-bunuhan, Black Mass segala. Cukup bermain gitar blues