Skipping Lecture
Beberapa tahun yang lalu, seorang aktivis BEM di universitasku yang lama bilang (kurang lebihnya) "Sekali-kali mbolos kuliah gakpapa lah". Jika diterjemahkan sesuai konteks waktu itu, gakpapa mbolos kuliah demi kesibukan keorganisasian (BEM).
Barusan dapet email dari profesor di universitasku yang baru, dia bilang "It is not good to skip lecture". Jika diterjemahkan sesuai konteks waktu itu, bahkan demi riset (yang IMO juga menguntungkan buat profesornya), sang objek pelaku tidak boleh mbolos kuliah.
Jadi mana yang bener?
Pikiren dewe nyoh…do duwe utek kabeh toh?
(Kalau aku sih setuju yang kedua
)
PS : Di emailnya profesor itu, aku bukan orang yang dituju. Beliau kirim email ke semua anggota tim, walaupun yang dikirimi sebenarnya hanya 1. Tujuannya adalah untuk diskusi online dan tidak real-time.
——————–
Pelajaran Ad Hominem & Hasty Generalization
Di bawah ini adalah contoh Ad Hominem & Hasty Generalization, yang sebaiknya tidak dilakukan ketika beropini.
"Halah, yang ngomong di kalimat pertama kan cuma aktivis BEM. Aktivis BEM itu bisanya demo dan bikin rusuh! Jangan percayai kalimatnya! Mending ikuti kalimatnya profesor!"


geblek ente, djo. soale di singapur mana ada bem yg suka demo? ndak ada permasalahan bangsa yang krusial untuk dihadapi mahasiswanya, kakakaka
geblek ente, joe. di sini masalah krusial juga banyak. apakah MRT perlu diperpanjang jalurnya. apakah kondom perlu dijual di universitas. apakah playboy bisa masuk kampus.
:P
Menerapkan ad homeinem:
Anak BEM tau apa tentang kuliah? ha? ha?
@Ardianto
Saya ga ikut2an lo…
Kan sudah dibilangin di atas “yang sebaiknya tidak dilakukan”