another story at this morning
harusnya ditulis jumat, 11 mei 2007, tapi baru dipost sekarang, maklum, sibuk
.
pagi ini, teman sekaligus adik kelasku, D dan R (mereka adalah orang yang aku ceritakan di sini) datang ke rumahku. singkat cerita, setelah berbasa-basi dengan mereka, aku masuk ke kamar tidur sebentar. dari situ, aku mengamati bagaimana R dan D sebagai sepasang kawula muda yang sedang dimabuk cinta (walah walah…) bercengkerama. jujur aja, aku iri, karena emang aku suka dengan R (si cewek).
tiba tiba, D (si cowok) masuk ke kamarku. dengan tampang culun dan pura-pura dalam perahu, kura-kura tidak tahu, aku memandang kerutan di wajahnya yang seakan-akan menunjukkan kalau dia ingin bicara tegas denganku. akhirnya dia bilang kalau sebenernya dia tahu bahwa aku suka sama R. shock….mak jleb…..dia pun menyuruhku langsung bertemu dengan R, ngomong terus terang dengannya (ooh, jadi itu maksud sebenernya dia datang ke rumahku? kurang ajar, memojokkan orang di rumahnya sendiri!!!). tapi, belum sempat aku omong, R sudah mendului aku dan berkata, "kalau kamu suka cewek, ngomong dong, jadi ceweknya juga tahu kalau kamu suka dia". kok dia tahu kalau itu penyakitku dari dulu? terus aku jawab dengan pembelaan yang juga menjadi alasan kenapa aku ga nembak the 2nd. aku harus fokus ke studiku. waktu R jadi mahasiswa baru di kampusku, aku lagi sibuk dengan laporan KPku. sekarang aku fokus dengan skripsiku, dan lulus adalah target terdekatku. aku takut pacaran justru menghancurkan studi + karirku. hatiku dag dig dug ga karuan, rasanya seperti lagi dihakimi. dia pun menutup pembicaraannya dengan berkata, bahwa ga baik menyimpan perasaan terhadap cewek yang aku sukai. akibatnya aku sendiri yang rugi, buktinya dia dah kadung jatuh cintrong dengan D. dan….
dan seperti biasa, ketika suatu kasus selesai, aku pun bangun dan menyadari kalau itu lagi-lagi cuma mimpi…

