Tue 17th Apr, 2007, Outside World, Inside My Brain

walah walah, IPDN

wah dah banyak blogger yang kasih pendapat, aku malah telat.

secara garis besar, aku setuju dengan mereka, aku ga pingin ada kekerasan. siapa yg mau preman jadi camat di kecamatanku? tapi aku ga ngutuk deh, kasian dikutuk, mending aku doain biar mereka yg nyiksa itu pada tobat.

banyak yg minta ipdn dibubarkan. wah ga seru kalo aku juga ikut2an. aku coba nawarin solusi lain, tapi lebih terfokus ke siswanya (la wong aku jg masih mahasiswa, blm bisa berpikir dalam konteks pejabat).

ada suatu acara kedamaian / gencatan senjata, yang jadi pengada acaranya, boleh tim investigasi, atau psikolog, atau…dll, tp saya lebih yakin orang luar. terus siswa diacak, ga boleh ada siswa satu angkatan berdekatan. mereka diharuskan kenalan dgn sebelahnya. lihat apa reaksi mereka. icebreaker : acara didiemin dulu, skitar 15 - 30 menit. acara habis itu terserah. bisa juga, mengingat indonesia adalah negara yang katanya religius, ada acara renungan biar smua nangis minta tobat.

habis itu ada tindak lanjut. nah tindak lanjutnya ini yang aku masih ga ngerti. bisa aja ditaruh psikolog di situ, buat konseling. mungkin bisa juga ditaruh agamawan, dikasih ustad, pendeta, romo, biksu, rabbi, dll. oooo, gimana kalo ditaruh polisi / tentara beneran? biar pada kapok yg sok2an mukul itu.

yang aku bingung, gimana mengubah pola pikir para alumnus yang masih mengamini kekerasan di sana? rusak rusak deh. kayanya mending wajib miltier beneran daripada kaya gituan.

my trackback goes to antobilang, yang mau ngadain petisi. 

7 Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

  1. Comment by shige, April 17, 2007 @ 6:33 am

    sudah terlalu bosan melihat makin banyak korban tak bersalah akibat ulah manusia2 yang tidak punya pikiran panjang itu …
    semoga masalah ini cepat selesai ..

    Gravatar Image
  2. Comment by chielicious, April 17, 2007 @ 7:06 am

    bayangkan klo pelaku kekerasan itu jadi presiden ..

    beuh..saya dan keluarga langsung pindah kewarganegaraan klo itu sampai terjadi :D

    Gravatar Image
  3. Comment by d' butterfly purple, April 18, 2007 @ 4:54 am

    aku setuju dengan kamu.
    anyway, cara ‘team building’ itu cukup populer juga ko.
    artinya, dirasakan cukup efektif untuk saling mengenal, dan tidak harus dengan kekerasan.
    Theory yah keliatannya?
    maybe.
    dulu jaman sma, aku sendiri terkenal kakak yang galak dan seneng banget nangisin adik kelas.
    yaah namanya anak abege, berasa bangga deh kalo udah dikenal sebagai kakak yang galak dan berasa berwibawa banget. tapi kalo dipikir2, yang ada adik2 kelas itu respect sama gw karena takut, bukan karena gw emang patut direspect. mungkin jadinya mereka dendam. dan karena ga bisa ngelawan gw, ya akhirnya dendam berlanjut ke taun berikutnya.
    ujung2nya, jadinya premanisme berantai.
    ufss..
    ternyata gw juga termasuk ya salah satu ‘pengaruh buruk’? :(

    Gravatar Image
  4. Comment by lambrtz, April 18, 2007 @ 5:14 am

    sebelunya, welcome to my silent blog buat Anda semua

    @shige
    ya saya juga bosan
    harusnya dari dulu ga ada kasus kaya gini
    mental bosok semua itu
    yang mukulin
    yang dipukulin juga, kok mau2nya aja dipukul, habis dipukul kok diem aja, bales kek!
    apa gara2 menafsirkan “jika ditampar pipi kirimu, berikan pipi kananmu” dengan salah?
    tapi solusinya itu lo
    yang harus diperitmbangkan bener2
    termasuk memperhitungkan para alumni ipdn yang masih menyetujui kejadian itu

    @chie
    ikutan ah!
    mau ke mana?
    hongkong? uganda? antartika?
    :D

    Gravatar Image
  5. Comment by lambrtz, April 18, 2007 @ 5:21 am

    @d’ butterfly purple
    emang ga seharusnya yg senior itu nakut2in + galak sama adik kelas. aku pun skrg dah jadi mhs senior tapi sama mhs angkt bawah ok2 aja. di jepang juga ada senpai/kohai tapi sepertinya cuman sebatas hormat aja, dlm arti menghormati orang yg dituakan.
    bagus deh kalo situ dah tobat :D
    btw aku gak memaksakan tulisanku lo, wong ini cuman solusi alternatif. lagipula dah banyak blogger yg setuju ipdn dibubarin. apa yang bisa saya lakukan

    Gravatar Image
  6. Comment by nico adrianus Taroreh, June 1, 2007 @ 2:59 am

    ASS.dari SD sampai sekarang lulus SMA saya beniat melanjutkan ke STPDn(IPDN) karena sya ingin menjadi seprang pemimpin yang benar2 “Pemimpin”.setelah terungkanya kasus2 di IPDN saya sedih kenapa bisa begitu!!!!!apakah praja2nya/pengasuhnya tidak mengerti apa akibat dari yang mereka lakukan itu!!apakah dengan pukulan & tendangan dapat menjadikan seorang pemimpin yang diharapkan masyarakat!!!!!!PIKIRKAN ITU!!!hati saya menangis ternyata kampus idaman saya dan idaman semua orang karena kuliah gratis,dapat uang saku,lulus jadi PNS ternyata begitu kenyataannya….,Mohon dibuang ke jurang segala kekerasan di IPDN,ini bukan sekolah tukang Gebukin orang BUng!!!!saran saya IPDN tetap dipertahankan….tetapi sistem pengajaran,pelatihan,pengasuhan di atur menjadi lebih baik…,SEKOLAHMU ADALAH GUDANG ILMU YANG BAIK UNTUKMU BUKAN NERAKA KEMATIAN UNTUKMU.

    Gravatar Image
  7. Comment by lambrtz, June 1, 2007 @ 4:07 am

    @nico adrianus Taroreh
    hmmm, sepertinya pendapat saya sama dengan Anda. sebenernya bukannya saya menolak / mendukung pembubaran IPDN, tapi saya ga tahu apakah pemerintah masih butuh sekolah semacam itu. kalo butuh, ya pertahankan saja. kalo ga, ya bubarkan saja.
    moga2 aja ada orang IPDN yang baca. saya kan cuma pasir di luar gedung IPDN :D

    Gravatar Image

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


I tried to remove captcha but blogsome keep asking for such authentication. Please fill the text. Sorry for the inconvenience.


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.