habis mbaca tulisannya mbak chielicious tentang fashion designer favoritnya di sini, aku menjadi terangsang untuk menulis artikel semacam itu. tapi yang aku bahas bukan fashion designer, karena aku ga ngerti apa2 masalah fashion. aku membahas music composer favoritku, yasunori mitsuda.
why yasunori mitsuda-san? jelas, karena aku suka dengan stylenya. di dunia video game, musik mempunyai peran sebagai pendukung. kalo Anda penggemar video game, mesti pernah dengerin lagu latar belakangnya mario bros yang sangat ear-catching dan konon katanya dibuat oleh the velvet underground. selain itu, aku juga suka dengan lagu latar belakang Gran Tourismo 2 (GT2) versi Jepang yang terdengar seperti…apa ya…jazz dengan tempo sedang? bener2 membuat kesan kalo GT2 itu balapan yang berkelas. tapi musik yang ga cocok dengan tema bisa merusak suasana permainan. misalnya, aku ga suka dengan bagaimana lagu disisipkan di Need For Speed Underground, karena aku rasa kurang padu, kurang sinkron, kurang etc etc.
emang style dia kaya apa sih?
aku mulai dgn awal mula kok bisa aku mengidolai yasunori mitsuda. aku adalah penggemar berat game RPG, seperti seri Final Fantasy, seri Chrono, seri Suikoden, dll. pertama kali aku jatuh cinta dengan soundtrack Final Fantasy 8. Ami yang memberi suasana sekolah ala manga, Somewhere I Belong yang membuatku mengenang kampung halaman (lah sekarang kan aku di kota halaman
) nan hijau dengan lapangan bunga seperti prairie, dan tentu saja Eyes on Me yang dinyanyikan Faye Wong membuatku hampir menangis (boys do cry!). walaupun sedikit banyak seperti lagu barat (karena sepertinya game ini memiliki latar belakang seperti gambaran orang jepang terhadap dunia barat), lagu2 dalam game ini tetap menggambarkan fantasi ala komik jepang. ini juga menjadi game yang membuatku jatuh cinta dengan genre RPG. game ini bener2 membawaku ke negeri impian.
setelah beberapa game kemudian, aku maen chrono cross. dari game inilah aku mulai jatuh cinta dengan karya yasunori mitsuda. dia banyak membuat lagu campuran berbagai aliran, dengan musik tradisional / world music sebagai basisnya. pada game ini, dapat ditemukan lagu2 yang memakai alat musik tradisional seperti (tentunya) gitar klasik, fado, angklung, sitar, dll. aura yang dibawa musiknya benar2 cocok dengan tempat permainan game. misalnya, coba dengarkan lagu latar belakang Arni. aku kira dengan memejamkan mata pun, kita bisa mendapatkan kesan suatu tempat yang damai, cerah di pinggir pantai berpasir, dengan airnya yang biru dan tenang….luar biasa.
mitsuda-san juga lihai dalam menggabungkan musik tradisional dengan musik yang lebih modern, seperti techno dan rock. The Wind, The Star, and the Sea adalah lagu monumental dalam game itu. ya, monumental karena lagu ini dilibatkan dalam cerita dan menjadi klimaks dalam cerita petualangan musisinya di game tersebut, Nikki. lagu ini memanfaatkan distorsi gitar ala rock, digabungkan dengan perkusi dan alat musik tradisional lain. sangat unik, seolah-olah aku bisa merasakan bagaimana jika rock dimainkan pada ratusan tahun lalu, sebelum drum ditemukan. konyol
)

dan tentunya aku ga boleh melupakan lagu favoritku sepanjang masa : Nusumenai Houseki. sangat sunyi untuk sebuah lagu ending. suara noriko mitose dan permainan gitar akustik tomohiko kira pada lagu ini mengingatkan aku pada hal tersakral + termisterius dalam hidupku : waktu. waktu memang menjadi salah satu topik bahasan dalam game ini. mendengarkan lagu ini membuatku mengenang sesuatu yang sangat jauh, dan tentu saja tidak bisa aku capai karena sudah terjadi pada masa lalu.emang menjadi salah satu topik bahasan dalam game ini. mendengarkan lagu ini membuatku mengenang sesuatu yang sangat jauh, dan tentu saja tidak bisa aku capai karena sudah terjadi pada masa lalu.
game lain yang memakai karya yasunori mitsuda adalah xenogear, game yang memakai agama, teknologi, dan militer dalam temanya. lagi2 dia mengaransemen lagu yang cocok dengan setting kejadian. unsur yang dipakai di antaranya koor gregorian dan lagu arab. untuk lagu tradisional dunia, aku sangat menggandrungi 2 aliran ini. dazil, kota padang pasir di game ini, memiliki lagu latar belakang arabian rock; rock dengan tangga nada arabian. lagu lain yang berkesan adalah Two Wings / Stars of Tears dan Mebius. Lagu pertama adalah lagu ketika pemain ada di dunia luar, menggambarkan tema petualangan. Sedangkan lagu kedua adalah lagu ending. aku menangkap pesan bahwa inilah akhir perjalanan, antiklimaks, perpisahan.
jadi, kesimpulannya, aku suka karya yasunori mitsuda karena 2 hal. Pertama, dia bisa menggambarkan kondisi lingkungan, setting dalam suatu game menjadi sebuah lagu yang sinkron dengan setting itu sendiri. Kedua, dari sisi genre, dia banyak mempergunakan lagu tradisional / world music, dan pandai menggabungkannya dengan musik kontemporer seperti techno, rock, orkestra, dll, tapi tetap menjaga image bahwa lagu yang dibuatnya adalah lagu tradisional untuk video game. aku pingin bisa mendengarkan karya yasunori mitsuda lainnya, apalagi nonton konsernya.
my trackback goes to ms chielicious, who inspired me to write this. you can also visit yasunori mitsuda’s webpage here and here. aku menunggu saran dan kritik yang membangun, barangkali ada analisis yang salah, toh aku jga masih belajar musik