Wed 7th May, 2008, My Experience

Pesimis

Dari 5, gagal 4. Yang satu lagi masih tanda tanya. Jembatan dah terlihat, tapi masih belum yakin aku dipersilakan atau belum. Bagaimana ini? Apa cari jembatan lain lagi?

Mon 5th May, 2008, My Experience

Interview for Nanyang Technological University

Last Monday I had an interview via Skype with an academic staff from School of Computer Engineering, NTU as one of the application process. Here is some points of the interview. Everything is spoken in English.

1. Why do you want to take postgraduate study at NTU?
2. What do you know about NTU?
3. Why do you want to study Computer Graphics?
4. Have you ever learnt Computer Graphics?
5. What did you learn about it?
6. What was your undergraduate thesis about?
7. Why did you do that?
8. If you are accepted to study here, what kind of projects do you want to have?
9. What are your strengths and weaknesses?
10. Can you act as a team member?
11. What are your hobbies?
12. Tell me 2 subjects that you are good at.
13. What programming languages do you have experience with?
14. Did you code a lot?
15. What programming environments do you have experience with?
16. What do you do after graduation?
17. What is the result of your English test?
18. Do you have other questions?

Then I asked 2 questions :
1. When will I get the offcial result of my application?
2. I have downloaded your projects proposal. Can I do research in <name of topic>?

Lastly, he asked me to download many journals and analyze them, since in the first months new students are expected to do this. Well, I look forward to studying there.

Tue 29th Apr, 2008, Outside World, Inside My Brain

A Day in My Life ~ A World of Irony

(Adapted from The Beatles - A Day in The Life)

I read the news today oh boy
About a lucky boy who made his way
And he would be the master soon
No, he won’t get it here that quick
And I can only make a smile

Many people hate him for that
They said he didn’t get the joy of youth
He can’t feel what they feel for sure
They can’t feel what he feels
Many weren’t sure that this child ever played in the park

I saw the news today oh boy
The youngest philosopher girl has born
A crowd of people were amazed
Old record of the world
is being broken
I’d like to be like you….

Woke up, got up of bed
Dragged a comb across my head
Found my way downstairs and drank a cup
And wondered if I could be one of them

Found my coat and grabbed my helmet
take the key and motorbike
looked up to the sky wishing good wishes
sped up and then lost in the crowd

I read the news today oh boy
Some teachers are caught by the 88
For giving answers of the test
Their pencils didn’t move
They blame the minister for making the national standard

What can I do……

Sat 26th Apr, 2008, Inside My Brain

陰陽座 (Onmyouza) と 少年ナイフ (Shonen Knife)

Kebanyakan anak muda Indonesia yang seneng sama J-rock (bukan band Indonesia itu, tapi aliran lagu Japanese rock) biasanya menyebutkan l’arc~en~ciel, X Japan, atau Do As Infinity sebagai band favoritnya. Setidaknya ini yang terjadi di sekitarku, sampai2 istilah J-rock biasanya dikaitkan dengan l’arc~en~ciel. Gimana dengan aku? Lagu mereka asik sih, tapi buat aku ada yang lebih asoy geboy (kok jadi 80an? :p). Mereka adalah Onmyouza dan Shonen Knife. Pasti pada ga kenal :D

Onmyouza

Mulai dari Onmyouza. Buat aku, merekalah yang bener-bener bisa disebut JAPANESE rock…eh… metal. Kenapa? Lihat aja dari baju panggung mereka, pake kimono. Buat yang ngerti bahasa Jepang, simak aja liriknya yang terinspirasi dari legenda dan sejarah Jepang, misalnya dari novel Kouga Ninpouchou dan legenda Minamoto no Yoshitsune (aku ga ngerti sih, cuma baca di websitenya :D ). Di banyak lagu mereka juga memakai tangga nada khas musik Jepang. Ahh…aku mengimpikan adanya band rock Indonesia yang seperti mereka, terinspirasi dengan budaya daerah. Kayanya selama ini baru band-band jazz deh yang memasukkan unsur etnik ke dalam musiknya.

Shonen Knife

Kemudian, Shonen Knife. Tante2 ini cukup terkenal di kalangan musisi rock alternatif, bahkan menjadi salah satu band favorit Kurt Cobain. Musik mereka simpel dan temanya juga ga penting : Banana Chips, Cookie Days, Hot Chocolate..yeah, so what :p

Bagaimana dengan kamu? Kalo gua sih asik2 aja…..Hajar!!!

Thu 24th Apr, 2008, Inside My Brain

Perlu Tobatkah?

Sudahlah…yang menentukan seseorang berdosa atau tidak itu Tuhan sendiri, bukan orang lain. Ga peduli apapun agamanya, bahkan kalau dia tidak beragama sekalipun. Buat apa bertobat kalau hanya karena menganut aliran yang berbeda? Bukankah seseorang harusnya dinilai dari perbuatannya? (Kaya ginikah yang disebut pertanyaan retoris?)

Ya jelas…kalau ga bisa dibantai para radikalis ekstremis :p

Mmmm…..tahu yang aku maksud kan?

Sat 5th Apr, 2008, Outside World

Anggun

Anggun C Sasmi

 

Yes, Anggun, an ex-Indonesian who is now a French.
Ah males pake bahasa Inggris, sekali kali pake Indonesia ah. Lagipula aku bikin ini untuk orang Indonesia. People from other countries might find her as a successful singer.

Tadi malem habis liat acara Kick Andy (yang belakangan aku baru tahu kalo itu buatan 2006) dengan tema perjalanan Anggun C Sasmi. Aku sangat terkesan dengan usaha Anggun dalam menembus dunia musik internasional, yang bahkan Alm Broery Marantika pun ingin mendobrak tapi tidak punya caranya. Sangat sangat sangat jauh lebih terkesan kepadanya daripada kepada artis-artis Indonesia lain yang mengumbar berita bisa manggung di negara lain, padahal "cuma" negeri jiran, tetangga kita Malaysia, ataupun di negara lain tapi yg nonton orang Indonesia juga. She did it brilliantly, indeed…Barangkali mirip dengan Daniel Sahuleka?

Keuletannya untuk belajar menyanyi semasa kecil di bawah bimbingan bapaknya mengingatkanku pada berbagai figur fiktif dan non fiktif, seperti Napoleon Bonaparte (yang ketika murid lain istirahat masih mengasah kemampuan berperangnya), Kenji Goh (jagoan kungfu di komik, yang menjelajahi beberapa kota dan negara untuk berlatih bela diri berbagai aliran), Eddie Van Halen (lebih memilih menghabiskan masa remajanya dengan berlatih gitar daripada ngeluyur ga jelas nggodain cewek), dll. Kemauannya untuk mengejar karir di dunia musik internasional pun patut diacungi jempol; dia berhasil menepis segala skeptisisme. Apakah aku sudah meneladaninya?

Dan dia adalah seorang wanita asal Indonesia yang bertekad melawan kekolotan (dikit2 bilang pornoaksi) (feminisme?) dan birokrasi (penolakan dukungan dubes terhadapnya), juga terbuka pada banyak agama (lahir di keluarga Muslim, sekolah di sekolah Katholik, sekarang mendalami agama Buddha)…ya, Perancis memang lebih tepat untuknya.

Omong2 tentang kejelekan Indonesia, jadi inget tulisannya Fikri di sini.

Indonesia, Indonesia…kok kamu ga bisa mengenali bakat besar sih? Ga nyesel kamu kehilangan Anggun C Sasmi, Nelson Tansu, Mia Audina? Dari segi pendidikan dan riset dulu aja deh, bidang yang pingin aku jadikan tumpuan hidupku nantinya. Setidaknya aku pernah lihat orang Indonesia bekerja sebagai dosen di Nanyang Technological University (Singapore), Lehigh University (USA), The Australian National University (Australia), Ritsumeikan Asia Pacific University, University of Electro-Communications (dua-duanya Jepang), dan Imperial College London (UK). Apa kamu ga pingin mereka bekerja untukmu? Ngapain aja kamu? Geli juga ngeliat Indonesia ini, di kala universitas Jepang mencoba mendapatkan Prof Nelson Tansu untuk bekerja di sana karena mengira beliau orang Jepang, Indonesia malah…entah ke mana, minder kali ama dia hahahah :) ). Kata Alm Kasino, "Bodo dipelihara? Sapi dipelihara, bisa gemuk!" Btw sekarang banyak anak Indonesia yang berlatih sepak bola di negara lain, dan konon katanya termasuk berprestasi di klubnya. Cepetan ajak dia masuk timnas, jangan sampe keduluan negara lain! Btw lagi, ada anak jenius Indonesia yang jadi mahasiswa termuda di sebuah universitas di Hong Kong, kamu ga pingin dia mengabdi padamu?

Eh la kok ngelantur…

Aaahhh….iri sama M Charles, bisa duet sama Anggun….kalo aku dalam posisi dia pasti deg2an banget…:"> Aku nonton acara itu aja dag dig dug der Daia, apalagi bisa duet bareng…aaahhh…(semaput)

—————— 

Eh pagi2 mau posting tulisan ini, baru tau kalo youtube lagi diblok. Indonesia itu maunya apa sih?

Sat 1st Mar, 2008, Inside My Brain

Pelabuhan Mutiara

Entah kenapa aku pingin menulis ulang lagunya Letto yang Sebelum Cahaya, dengan nada yang sama, tapi lirik ala aku. Bagian reffnya aja.

——————————-

Lambrtz - Pelabuhan Mutiara 

Ingatkah engkau kepada…
Embun pagi yang membara
Dan menemanimu
Saat serangan fajar

Ingatkah engkau kepada…
Angin yang berhembus kencang
Dan membawamu ke…
Neraka

Wed 6th Feb, 2008, Uncategorized

Scholarship Hunting Sharing

Wah keduluan sama saudara Sunu dalam mbikin tutorial pencarian beasiswa master…ya sudah, buat Anda yang mau cari beasiswa, bisa lihat tutorialnya di sini. Saya nambahi yang belum Ada aja. Fokus saya adalah untuk beasiswa Master dan sedikit Doctoral untuk bidang Teknik dan IPA.

Sebelumnya, status saya di sini adalah pencari beasiswa master, basa Jawane "master scholarship hunter" hehehe :D . Jadi, bapak-bapak, ibu-ibu, para pembaca blog sekalian, saya adalah saingan kuat Anda sekalian. Walaupun demikian, demi kemajuan bangsa, negara, ilmu pengetahuan, dan peradaban, saya ingin membagi ilmu dan pengalaman saya. Hahahahaha…. (sombong banget ya). Akan tetapi, maafkan kemalasan saya untuk mencantumkan alamat website langsung. Keterangan bisa Anda dapat di website pencari website :) .

Sekilas Tujuan 

Kalau Anda melihat di bagian internasional kampus Anda ataupun internet, banyak sekali beasiswa yang ada. Negara-negara tujuan yang pernah saya temui beasiswanya, urut dari GMT muter berlawanan arah jarum jam kalau dilihat dari atas kutub utara : Irlandia, Inggris Raya, Perancis, Swiss, Belanda, Jerman, Norwegia, Italia, Swedia, Finlandia, Rusia, Arab Saudi, India, Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, Cina, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat. Ini belum termasuk program yang pesertanya kuliah di beberapa universitas, seperti AUN Seed Sandwich Program dan Erasmus Mundus, yang memungkinkan Anda untuk kuliah di tempat "aneh" seperti Malta. Saya yakin masih banyak juga beasiswa ke negara lain. Mau informasi lebih lanjut? Silakan tanya Mbah Google :D . Tapi saya punya petunjuk untuk beberapa negara.

1. Jepang. Mau belajar mesin, elektro, Jepang jagonya. Masalah budaya, Jepang jagonya. Buktinya, walaupun budaya asing masuk, budaya tradisional masih tetep terjaga. Ada beberapa beasiswa, mulai dari undergraduate sampai doctoral. Monbukagakusho, siapa yang gak tahu? Silakan cek website kedubes Jepang. Biasanya, deadline untuk Research Student itu Mei. O ya, sebelum jadi mahasiswa Master, Anda harus jadi Research Student dulu, baru setelah lulus ujian masuk, bisa jadi mahasiswa Master.

Seperti telah diketahui banyak orang, ada 2 macam beasiswa Monbukagakusho : Embassy Recommendation (G2G) dan University Recommendation (U2U). Ingat, istilah G2G dan U2U hanya ada di Indonesia, jadi waktu berkorespondensi jangan pake istilah itu. Kalau anda mau ikut program U2U, pastikan universitas tempat Anda menenmpuh S1 memiliki kerja sama dengan universitas di Jepang tempat Anda ingin menempuh studi Master. UGM, tempat saya S1, misalnya, punya kerja sama dengan beberapa universitas, seperti Tokyo University, Kyoto University, Kyushu University, Ritsumeikan University, dan Saga University. Makanya, buat para lulusan SMA yang pingin master di Jepang, mendaftarlah ke universitas yang memiliki kerja sama dengan universitas di Jepang.

Studi postgraduate di jepang pake sistem research. Mahasiswa lebih banyak penelitian daripada ikut kuliah. Kalau ada kenalan yang di sana, bisa tanya langsung. Langkah awalnya sangat sulit : kontak dengan profesor di sana. Dari merekalah Anda mendapat surat penerimaan (Letter of Acceptance / LA) yang dipakai untuk mendaftar beasiswa. Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh.

i. Cari halaman website profesor yang Anda inginkan menjadi pembimbing Anda menggunakan search engine.
ii. Kirimkan email ke beliau dalam bahasa Inggris / Jepang, isinya kurang lebih :

  • Perkenalan diri.
  • Nyatakan kalau Anda ingin menjadi bimbingan.
  • Pengalaman studi / research.
  • Bidang ilmu yang ingin dipelajari (yang spesifik).
  • CV, bisa berupa attachment ataupun tulis langsung di bawah email utama.
  • Kalau perlu, attach juga makalah skripsi Anda dalam bahasa Inggris. Ini tidak wajib, walaupun ada beberapa universitas seperti Hokkaido University yang menyarnakan demikian. 

iii. Tunggu beberapa hari. Tidak banyak orang Jepang yang bagus berbahasa Inggris, dan mungkin profesor yang Anda kirimi salah satunya. Bisa juga karena saking sibuknya, mereka tidak punya banyak waktu mengecek email. Saya dulu menunggu 10 hari karena profesornya baru saja pulang dari USA.

iv. Kalau sudah dapat balasan, sebaiknya jangan minta LA! Ini kesalahan saya dulu, dan barangkali karena itu profesornya ngambek, ga mau bales email berikutnya. Berbasa-basilah dulu, misalnya tanya proyek yang sedang dilakukan.

v. Kalau sudah mantap, dan Anda sedang mendaftar Monbukagakusho, bisa minta LA

Selain Monbukagakusho, Anda juga bisa mendaftar beasiswa lain seperti AYF, Inpex, Hitachi, dll. Tapi ingat, syarat dan ketentuan berlaku. Hitachi, misalnya, cuma menerima pendaftar dari kalangan akademisi alias dosen. Deadline AYF dan Hitachi sekitar November.

2. UK / Inggris Raya. Sistem universitas di UK sangat berbeda dengan di Indonesia. Predikat bukan cum laude dkk, tapi berupa honour. Kalo masuk first class honour, bisa langsung PhD tuh.

Di sana, ada 2 macam master program : taught dan research. Taught biasanya cuma 1 tahun, sedangkan research bisa 1 atau 2 tahun, tapi biasanya dilanjutkan langsung PhD. Untuk yang research, biasanya mereka meminta upper second honour (2.1) dari universitas yang mengadopsi sistem Inggris. Tapi saya pernah tanya ke Universitas Cambridge, mereka meminta seorang calon dari Indonesia untuk memiliki gelar master terlebih dahulu.

Beasiswa seperti Overseas Research Student dan Chevening (kalau tidak salah) biasanya untuk program research. Cuma, yang Chevening ini mensyaratkan penglaamn kerja dan umur (lagi2 kalau ga salah) minimal 25 tahun. Buat saya masih 5 tahun lagi itu :) ). Untuk yang taught programmes, biasanya ga ada beasiswa, jadi….no info. Tapi ada juga beasiswa lain yang spesifik program dan latar belakang. Saya pernah menemui beasiswa dari Manchester University untuk Computer Science. Cuman ya itu : karena minta master, ya saya dulu ga jadi daftar.

3. Irlandia. Kurang lebih sama seperti Inggris.

4. Perancis. Syarat utamanya 1 : Anda harus bisa bahasa Perancis. Penduduk Perancis terkenal akan ketidaksukaannya memakai bahasa Inggris, karena konon katanya ingin Bahasa Perancis bisa jadi bahasa internasional. Tentang sistem pendidikan, saya kurang tahu, tapi yang jelas ada 2 macam universitas : Grand ecoles, dan universitas biasa. Grand ecoles buat orang2 yang kualfikasinya tinggi.

Beasiswa yang pernah saya temui ada 2 : Eiffel, dan satu lagi yang disediakan kedubes Perancis. Untuk mendaftar kedua beasiswa ini, Anda harus sudah diterima universitasnya (atau barangkali mendaftar? Pokoknya cobalah tanya pemberi beasiswa ataupun universitas yang bersangkutan mengenai hal ini –> kalau mau mendaftar beasiswa Eiffel gimana caranya). Untuk Eiffel, beasiswa Master hanya untuk bidang Engineering Science.

5. Jerman. Ada 2 beasiswa yang saya tahu : DAAD dan KAAD. DAAD hanya menerima PNS, pegawai BUMN, atau dosen. KAAD dari organisasi Katholik, tapi kok di formulirnya mereka juga ada isian mengenai agama lain? Mungkin dari agama lain bisa diterima, tapi tetep yang diprioritaskan mereka yang beragama Katholik. Deadline keduanya kalau tidak salah sekitar September - Oktober.

6. Belanda. Di Belanda banyak program berbahasa Inggris, jadi Anda tidak harus bisa bahasa Belanda. Beasiswa yang ada misalnya Stuned dan HSP Huygens. Stuned hanya menerima mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja. HSP Huygens terbuka bagi Anda fresh graduate atau yang lulus paling lama 2 tahun sebelum mendaftar beasiswa, dengan nilai yang aduhai. Kalo saya melamar yang HSP Huygens ini. Aturan mainnya kurang lebih seperti Perancis. Anda harus mendaftar program yang terakreditas oleh CROHO (ga tahu apa itu? silakan cari di Google :p) dan mendapat surat nominasi dari satu universitas di Belanda. Deadline beasiswa awal Februari, tapi banyak universitas yang mengharuskan calon mahasiswa yang ingin mendaftar beasiswa untuk mengirim formulir aplikasi antara 1-15 Desember tahun sebelumnya. Misalnya, TU Delft 1 Desember, dan VU Amsterdam 15 Des (untuk tahun 2007).

6. Swedia. Pendaftaran master dan PhD universitas2 di Swedia terpusat secara online. Pada dasarnya biaya pendidikan di Swedia gratis. Beasiswa disediakan oleh Swedish Institute untuk menutupi beaya hidup. Aplikasi dibuka awal Desember sampai awal Februari. Orang Swedia juga mahir berbahasa Inggris, jadi Anda yang ga jago bahasa Swedia tapi jago bahasa Inggris tidak perlu khawatir. Konon katanya mulai 2009 mereka akan memberlakukan tuition fee bagi orang dari luar Uni Eropa. Mari kita tunggu kelanjutannya….

7. Swiss. Untuk mendaftar beasiswa ini, Anda harus bisa salah satu dari 3 bahasa yang dipakai di sana : Perancis, Jerman, Italia. Deadline sekitar pertengahan tahun.

8. Erasmus Mundus. Beasiswa ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapat double degree di 2 universitas dari beberapa universitas yang berpartisipasi dalam sebuah program dari banyak program Erasmus Mundus. Ada beberapa program Erasmus Mundus, masing-masing dengan bidang ilmu sendiri dan universitas yang dianggap sudah maju untuk bidang ilmu tersebut. Untuk program yang saya daftar, EuMI, misalnya, ada 3 universitas yang berpartisipasi : University of Edinburgh, University of Trento, dan RWTH Aachen. Deadline akhir tahun, antara akhir November sampai akhir Januari. Seleksi sangat ketat, karena tidak ada jatah untuk tiap negara. Artinya, Anda bisa saja ditandingkan dengan lulusan dari Zambia atau Trinidad & Tobago, dan karena Anda menganggap remeh mereka padahal mereka punya skill dan latar belakang yang lebih bagus, Anda malah kalah (teror mental…berhasilkah?).

9. AUN Seed. Ini Erasmus Mundusnya ASEAN, tapi khusus Teknik. Peserta adalah lulusan dari universitas terkemuka di ASEAN yang menjadi anggota AUN Seed. Mahasiswa akan kuliah di universitas yang diserahi program untuk salah satu bidang ilmu tertentu. Misalnya, untuk untuk gelar Master Teknik Informatika di King Mongkut’s Institute of Technology in Ladkrabang, Thailand, Teknik Elektro di Chulalongkorn University, Thailand, dan Teknik Geologi di UGM (untuk pendaftaran tahun 2008). Sedangkan untuk PhD, Anda bisa memilih untuk tetap di universitas tempat Anda mengambil Master, atau mengambilnya di Singapura semua (NTU/NUS), atau ikut sandwich program : sebagian di universitas semula, sebagian di Singapura atau Jepang (seingat saya sih begitu).

Untuk beasiswa ke tempat lain, saya kurang berkompeten.

Persyaratan 

Dalam mencari beasiswa, perhatikanlah beberapa hal berikut :

1. Anda mahasiswa tahun terakhir? Kalau sempat (artinya, ga mengganggu skripsi Anda), silakan cari informasi mengenai beasiswa mapun univeristas yang ingin ingin Anda daftar. Seorang teman saya mengontak profesor di Jepang pada dia masih mahsiswa, dan begitu lulus dia tinggal meminta Letter of Acceptance untuk mendaftar beasiswa. Ini contoh yang bagus (Iyo ra Fik? :D ). Lakukan juga langkah seperti di nomor 2.

2. Anda fresh graduate? Anda bisa memilih untuk mengikut cara saya : brute force. Silakan urus penerjemahan dokumen-dokumen berikut ke dalam bahasa Inggris (kalau belum dalam bahasa Inggris), sekaligus minta legalisirnya, baik untuk fotokopi dokumen aslinya maupun terjemahannya.

  • Akta kelahiran
  • Ijazah / Surat Tanda Kelulusan SMA (yang ada nilai EBTANAS / UAN nya itu lo)
  • STTB SMA
  • Ijazah S1
  • Transkrip S1

Jangan lupa urus passport juga, sekalian minta legalisir.

3. Tes Bahasa Inggris. Syarat yang diminta biasanya TOEFL 550 - 600 (pada bidang studi ilmu sosial biasanya lebih tinggi) atau IELTS 6.0 - 7.0. Kalau Anda melamar untuk beasiswa ke Eropa / Australia / USA, saya tidak menyarankan untuk memberi kopian TOEFL Like maupun Institusional. Silakan ambil TOEFL International atau yang Internet Based atau IELTS. Walaupun mahal (sekitar 1,5 sampai 2 juta rupiah), peluang Anda lolos lebih besar. Walaupun demikian, ada juga teman saya yang bisa lolos sampai Jepang dan Arab Saudi hanya dengan nilai TOEFL Like.

Pengalaman saya, saya dulu nekad ambil IELTS yang USD 175, padahal belum pernah tahu IELTS itu kaya apa. Di Yogyakarta tes cuma 2 minggu sekali, dan itu adalah tes terakhir tahun 2007. Habis daftar, saya download materi2 latihan dari internet dan belajar sendiri di rumah. Saya juga sempat latihan bareng adik kelas saya yang menghabiskan masa kecilnya di Jerman, jadi ngomong bahasa Inggrisnya juago banget…eh kok jago ya, dia kan perempuan :p. Akhir 2007, saya dapet hasilnya dan memang tidak mengecewakan (hehehe…tahu euphemisme ini kan? Halah sok ga tahu, artinya BAGUS BANGET! Hahahaahaha). Ya saya memang PD dengan kemampuan bahasa Inggris saya, walaupun ga sebagus mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris. Cuma buat yang ga PD dengan bahasa Inggrisnya, saya sarankan jangan nekad; kalo gagal, bisa nangis. Mendingan coba ambil TOEFL Like dulu. Kalo hasilnya memang bagus, bisa coba yang beneran.

4. Deadline. Anda gak mau kan gagal nglamar beasiswa cuma gara2 telat sehari?

5. Perhatikan aturan main beasiswanya bener2. Perhatikan apa saja beaya yang ditanggung, lama masa studi, tata cara mengisi formulir, dll. Kalau Anda seperti saya yang masih tetep pingin jalan-jalan setelah lulus, ya ambil program yang ga meminta kontrak. Kalau Anda ngotot ngambil beasiswa yang mengharuskan Anda untuk kembali ke Indonesia, ya jangan menyesal kalau nanti bermasalah.

6. Letter of Motivation / Letter of Intention / Statement of Purpose. Banyak sekali program yang mengharuskan Anda untuk membuat dokumen ini. Surat ini sangat penting, karena selain menunjukkan motivasi dan rencana Anda ke depan, di sini lah Anda memiliki kontrol penuh. Silakan cari tutorial pembuatannya di internet. Banyak beredar!

7. Pengiriman. Lagi, jangan pelit2. Kalau dalam negeri, pakailah paket ekspres. Sedangkan kalau ke luar negeri, bisa pake DHL / FedEx.

Terakhir, silakan ikut mailing list beasiswa@yahoogroups.com. Caranya, kirim email kosong tanpa subject ke beasiswa-subscribe@yahoogroups.com, habis itu tunggu sampai email Anda di-approve jadi anggota. Di sini ada banyak bersliweran informasi beasiswa untuk berbagai level.

Pesan saya, mengambil beasiswa + sekolah lagi adalah suatu investasi. Berkorbanlah sedikit di awal untuk keuntungan yang (jauh) lebih besar di akhir. Tentu saja tidak boleh lupa untuk bekerja keras di tengah. Ini adalah pekerjaan yang berat. Buat Anda yang kurang motivasi untuk sekolah lagi, lebih baik jangan, biar gak nambah2 saingan hahahaha :) ). Buat yang masih bimbang, pikirkanlah lagi. Mungkin terlihat keren kalo nama kita ada gelarnya MSc atau MA atau MBA, tapi untuk ndapetin itu susah sekali. Bisa repot kalo Anda tidak bermotivasi tinggi…

Sekian dan terima kasih.

Dari saingan berat Anda.

 

Referensi : dari berbagai situs beasiswa, universitas, dan mailist beasiswa@yahoogroups.com (terima kasih banyak buat Mr. Tony Pelita Hati, Mr. Anggiet Yoga Ariefianto, Mr. Togap Siagian, Mr. Yansen Darmaputra, dan pengguna mailist yang lain). Kalau ada informasi tambahan atau mau koreksi, silakan comment di bawah.

Wed 6th Feb, 2008, Outside World

Be Aware, Please…

Why don’t you be aware?

I tell you what : there are many many - so many much better universities out of Indonesia, and you are just boasting your alma mater of ITB and UGM? Open your eyes…How do you compare your universities with Harvard or Stanford? Or, at least, our fellow ASEAN universities : NTU, NUS, and Chulalongkorn? Stop fighting now : it’s useless! Start researches now!

PS : Although I address the trackback to my friends Raf’ie and Joe, I actually address it to the reader of their blogs who always boast his/her universities and consider other universities worst.

Wed 12th Dec, 2007, Inside My Brain

Love Can Wait

The moment of truth has passed
It’s to speak the words
Supposed to be said to you
Six years ago

It was not too late
It had just been a reluctance matter
And I knew that you
had laid your heart somewhere

But this is what I feel about it

Love can wait
for the new world order to come
Love can wait
for this mission to be done

Yes it hurt
To say the truth very late
But would you be ready for the doom
if I turned my vision away?

So I say farewell
This is the saddened path I take
But if you chose to be with me
You’d be simply abandoned

And this is what I think about it

Love can wait
for the new world order to come
Love can wait
for this mission to be done

Love can wait
for the new world order to come
Love can wait
for this mission to be done

It’s better
Yes it’s better
No no it’s better
But it’s better!